Posts

Showing posts from November, 2018

Translate

Saluran Pencernaan Planaria sp

Image
Saluran Pencernaan Planaria  sp Saluran pencernaannya  pada Planaria  sp   terdiri dari mulut, faring, dan usus. Hewan ini tidak mempunyai anus. Saluran pencernaan makanan berawal dari mulut yang terdapat di bagian ventral, kurang lebih di bagian tengah tubuh. Faring dapat dijulurkan dan berhubungan dengan anus (rongga gastrovaskuler). Beberapa  Planaria  sp mempunyai usus yang bercabang tiga: satu cabang ke arah anterior dan dua cabang ke arah posterior. Tiap-tiap cabang usus tersebut bercabang lagi ke seluruh tubuh. Ketiga cabang usus tersebut bergabung kembali di faring. Makanan masuk melalui mulut, dan hasil pencernaan diedarkan ke seluruh tubuh melalui cabang-cabang usus, sedangkan sisa makanan yang tidak tercerna dikeluarkan melalui mulut. Gbr. Struktur Tubuh Planaria sp

Class of Turbellaria (Vibrating Hair Worms)

Image
Class of Turbellaria (vibrating hair worms) ⏩ Turbellaria or also called vibrating hair worm is a class of members of invertebrates included in the phylum of the Platyhelmintes . One example of Turbellaria is Planaria sp . These worms are carnivorous and can be found in waters, puddles, ponds or rivers. Usually these worms attach to the rock or in waterlogged leaves. Some Turbellaria do choppy movements to swim in the water. ⏩ Turbellaria (vibrating haired worm) has cilia on the surface of the body that function as a means of movement. The front (anterior) body shape of the Planaria sp is triangular and there are a pair of eye spots. The eye spot serves as a differentiator between dark and light conditions. Planaria sp also has a smell that is called auricle. This auricle is used Planaria sp when searching for food.                                                                                                                    Fig. Body Structure of  Pla

Kelas Turbellaria (Cacing berambut getar)

Image
Kelas  Turbellaria  (Cacing berambut getar) ⏩ Turbellaria  atau juga disebut  cacing berambut getar  adalah  kelas  dari anggota hewan tak bertulang belakang  yang termasuk dalam filum Platyhelmintes.   Salah satu contoh  Turbellaria  adalah  Planaria sp .  Cacing ini bersifat karnivora   dan dapat ditemukan di perairan, genangan air, kolam, atau sungai. Biasanya cacing ini menempel dibatuan atau di daun yang tergenang air. Beberapa  Turbellaria  melakukan gerakan berombak untuk berenang di air. ⏩ Turbellaria    (cacing berambut getar)   memiliki silia pada permukaan tubuhnya yang berfungsi sebagai alat gerak.  Bentuk tubuh bagian depan (anterior) Planaria   sp berbentuk segitiga dan terdapat sepasang bintik mata. Bintik mata itu berfungsi sebagai pembeda keadaan gelap dan terang.  Planaria sp  juga memiliki indera pembau yang disebut aurikel. Aurikel ini di gunakan  Planaria sp  saat mencari makananya.  Gbr. Struktur Tubuh  Planaria sp

The Role of Flatworms (Platyhelminthes) for Human Life

Image
➤  The Role of Flatworms (Platyhelminthes) for Human Life The role of flatworms (Platyhelminthes) for the lives of flatworms (Platyhelminthes) is mostly detrimental to humans. Most live as parasites in the intestine or in the liver. Except, Planaria because Planaria can be used for fish food

Peranan Cacing Pipih (Platyhelminthes) bagi Kehidupan Manusia

Image
➤ Peranan C acing Pipih ( Platyhelminthes )  bagi Kehidupan Manusia Peranan  c acing pipih ( Platyhelminthes )  bagi kehidupan manusia  c acing pipih ( Platyhelminthes ) kebanyakan merugikan manusia. Sebagian besar hidup sebagai parasit di dalam usus ataupun dalam hati.    Kecuali,     Planaria    karena Planaria  dapat dimanfaatkan untuk makakanan ikan

Life cycle of liver worms (Fasciola hepatica)

Image
Life cycle of  liver worms (Fasciola hepatica) Information: 1. Sexual reproduction Fasciola hepatica produce eggs in the liver and then move through the bloodstream to the bile      and gut,             and then come out with feces. 2. The eggs hatch and grow into ciliated mirasidium in a wet place. 3. Mirasidium infects the intermediate host, Lymnaea or water snail. 4. Mirasidium turns into sporocyst in the body of the intermediate host (water slug). 5. Sporocists develop asexually into redia. 6. Redia metamorphoses into cercariae. This cercariae escapes from the body of the snail and attaches to turmbuhan or water           grass. 7. Sercaria forms young worms or metacercariae. 8. Metacercariae are eaten by animals and then become adult worms in the liver.

Daur hidup cacing hati (Fasciola hepatica)

Image
Daur hidup cacing hati ( Fasciola hepatica ) keterangan: Reproduksi seksual  Fasciola hepatica  menghasilkan telur pada hati dan kemudian berpindah ke aliran darah ke empedu dan usus, kemudian keluar bersama tinja. Telur menetas dan tumbuh menjadi  mirasidium  bersilia di tempat basah. Mirasidium menginfeksi inang perantara yaitu  Lymnaea  atau siput air. Mirasidium berubah menjadi  sporokis  di dalam tubuh inang perantara (siput air). Sporokis berkembang secara aseksual menjadi  redia. Redia bermetamorfosis menjadi  serkaria.  Serkaria ini keluar dari tubuh siput dan menempel paa turmbuhan atau rumput air. Serkaria membentuk cacing muda atau  metaserkaria . Metaserkaria termakan oleh hewan dan kemudian menjadi cacing dewasa di dalam organ hati.

Classification of Flatworms (Platyhelminthes)

Image
Classification of Flatworms ( Platyhelminthes ) Flatworms (Platyhelminthes) are divided into three classes, namely: ➤ Turbellaria class (vibrating hair worms) ➤ Trematode class (suction worm) ➤ Cestoda class (tapeworm).

Klasifikasi Cacing Pipih (Platyhelminthes)

Image
Klasifikasi   Cacing Pipih  ( Platyhelminthes ) Cacing Pipih  ( Platyhelminthes )  dibedakan menjadi tiga kelas yaitu : ➤Kelas Turbellaria (cacing berambut getar) ➤Kelas Trematoda (cacing isap) ➤Kelas Cestoda (cacing pita).

Sistem Reproduksi Cacing Pipih (Platyhelminthes)

Image
➤ Sistem Reproduksi Cacing Pipih ( Platyhelminthes ) Kalian mungkin sudah pernah dengar kalau cacing pipih  ( Platyhelminthes )  memiliki sifat hermaprodit. Itu artinya dalam satu tubuh terdapat kelamin jantan dan kelamin betina. Walaupun seperti itu, mereka tidak bisa membuahi diri sendiri. Ada juga cacing pipih  ( Platyhelminthes )   yang mampu menghasilkan individu baru tanpa perkawinan. Pembuahan pada cacing sendiri terjadi di dalam tubuh cacing pipih  ( Platyhelminthes ) . Sistem reproduksi cacing pipih   ( Platyhelminthes )    dilakukan secara seksual dan aseksual. Pada Reproduksi seksual terjadi fertilisasi di dalam tubuh  cacing pipih  ( Platyhelminthes ). Fertilisasi dapat dilakukan oleh sendiri atau dua individu.  Sedangkan reproduksi aseksual dilakukan dengan cara faragmentasi. Setelah membelah, bagian potongan tubuh tersebut mengalami regenerasi dan tumbuh menjadi individu baru. Gbr. Struktur Tubuh Cacing Pipih  ( Platyhelminthes )

Digestive System of Flatworms (Platyhelminthes)

Image
➤  Digestive System of Flatworms (Platyhelminthes) Flatworms (Platyhelmintes) have a gastrovascular digestive system which means that food that has been digested by flat worms is not circulated through blood vessels but through the intestine. The digestive system of flatworms (Platyhelmintes) starts in the mouth, the pharynx then into the esophagus. After the esophagus has a branching intestine throughout the body and delivers nutrients to the body parts of flatworms. Fig. Body Structure of Flatworms ( Platyhelminthes )

Sistem Pencernaan Cacing Pipih (Platyhelminthes)

Image
➤ Sistem Pencernaan Cacing Pipih ( Platyhelminthes ) Cacing pipih (P latyhelmintes ) memiliki sistem pencernaan gastrovaskuler artinya makanan yang telah dicerna oleh cacing pipih tidak diedarkan melalui pembuluh darah melainkan melalui usus. Sistem pencernaan cacing pipih  ( Platyhelmintes ) bermula pada mulut, faring kemudian ke kerongkongan. Setelah kerongkongan terdapat usus yang bercabang ke seluruh tubuh dan menghantarkan nutrisi ke bagian bagian tubuh cacing pipih. Gbr. Struktur Tubuh Cacing Pipih  ( Platyhelminthes ) 

Flatworm Reproductive System (Platyhelminthes)

Image
➤  Flatworm Reproductive System (Platyhelminthes) You may have heard that flatworms have hermaphroditic properties. That means in one body there is a male and female sex. Although like that, they cannot fertilize themselves. There are also flatworms that are able to produce new individuals without marriage. Fertilization in the worm itself occurs in the body of flatworms. The reproductive system of flatworms (Platyhelminthes) is carried out sexually and asexually. Sexual reproduction occurs in the body of Platyhelminthes. Fertilization can be done alone or two individuals.  Whereas asexual reproduction is done by means of faragmentation. After splitting, the parts of the body undergo regeneration and grow into new individuals. Fig. Body Structure of Flatworms (Platyhelminthes)

Sistem Pernafasan Cacing Pipih (Platyhelminthes)

Image
➤ Sistem Pernafasan  Cacing Pipih ( Platyhelminthes) Cacing pipih ( Platyhelminthes )  menyerap oksigen langsung melalui kulit ke dalam sel tubuh mereka. Mekanisme ini dikenal sebagai respirasi kulit, pernapasan kulit atau difusi. Karena mereka tidak memiliki paru-paru atau sistem peredaran darah, semua sel mereka harus dekat dengan kulit untuk menerima oksigen dari air atau cairan sekitarnya. Gbr. Struktur Tubuh Cacing Pipih

Body Structure of Flatworms (Platyhelminthes)

Image
STRUCTURE OF THE BODY Worms (Platyhelminthes) flatworms (Platyhelminthes) have diverse body sizes. The size can be microscopic to macroscopic with a length of 20 m as in the Taenia solium worm. flatworms (Platyhelminthes) have a body that is bilateral symmetry ie the body can be divided into two equal parts through a central plane. flatworms (Platyhelminthes) are worms that are tripoblastic aselomata, which are organisms that have 3 embryonic layers (ectoderm, mesoderm and endoderm) and aselomata which means they do not have a body cavity. Mesoderm in flat worms (platyhelminthes) does not experience specialization so that the cells remain uniform and do not form special cells. The digestive system of flatworms (platyhelminthes) is a gastrovascular system, namely the circulation of food not through the blood but through the intestine. The digestive system starts from the mouth, pharynx, and then the esophagus. In addition, this worm does not have an anus, so the remain

Struktur Tubuh Cacing Pipih (Platyhelminthes)

Image
⃟ STRUKTUR TUBUH CACING PIPIH  ( Platyhelminthes ) cacing pipih ( Platyhelminthes)  memiliki ukuran tubuh yang beragam. Ukuran tersebut dapat berupa ukuran yang mikroskopis hingga yang makroskopis dengan panjang 20 m seperti pada cacing  Taenia solium . cacing pipih ( Platyhelminthes) memiliki tubuh yang simetri bilateral yaitu tubuh dapat dibagi menjadi dua bagian yang sama melalui pesawat pusat. cacing pipih  (Platyhelminthes) merupakan cacing yang bersifat tripoblastik aselomata yaitu organisme yang mempunyai 3 lapisan embrionik (ectoderm, mesoderm dan endoderm) dan aselomata yang memiliki arti tidak mempunyai rongga tubuh. Mesoderm pada cacing pipih ( platyhelminthes) tidak mengalami spesialisasi sehingga sel-selnya tetap seragam dan tidak membentuk sel khusus. Sistem pencernaan cacing pipih ( platyhelminthes) berupa sistem gastrovaskuler yaitu peredaran makanan tidak melalui darah tapi melalui usus. Sistem pencernaan dimulai dari mulut, faring, dan kemu

Cacing Pipih (Platyhelminthes) beserta Ciri-cirinya

Image
  ⃟ Definisi cacing pipih ( Platyhelminthes ) Platyhelminthes berasal dari bahasa Yunani "Platy" yang berarti datar dan "helminthes" yang berarti cacing. Platyhelminthes adalah cacing halus dan datar, tripoblastik (memiliki 3 lapisan embrionik) dan aselomata (tidak ada rongga tubuh). Cacing ini ditemukan di air tawar, air laut dan di tanah yang lembab. Cacing Trematoda dan cacing pita adalah contoh cacing pipih yang parasit pada manusia dan hewan. Penyakit yang dapat disebabkan oleh dua cacing ini adalah Taeniasis dan Trematodiasis. ⃟ Ciri-ciri Cacing Pipih ( Platyhelminthes) Adapun Ciri-ciri Cacing Pipih ( Platyhelminthes ) adalah: Cacing Pipih adalah tripoblastik aselomata yang memiliki 3 lapisan embrionik yang terdiri dari ektoderm, mesoderm dan endoderm, dan tidak memiliki rongga tubuh. Pencernaan tidak memiliki anus Memiliki tubuh simetri bilateral Tubuh yang lembut dan keberadaan silia di epidermis tubuh Umumnya hidup sebagai paras

Flatworms (Platyhelminthes) and their characteristics

Image
⃟  Definition of flatworms (Platyhelminthes) Platyhelminthes come from the Greek "Platy" which means flat and "helminthes" which means worms. Platyhelminthes are smooth and flat worms, tripoblastic (having 3 embryonic layers) and aselomata (no body cavities). This worm is found in fresh water, sea water and in moist soil. Trematode worms and tapeworms are examples of flatworms that are parasitic in humans and animals. Diseases that can be caused by these two worms are Taeniasis and Trematodiasis. ⃟ CHARACTERISTICS - CHARACTER OF PLATYHELMINTHES The characteristics of Platyhelminthes are: ➤Flatworms are tripoblastic aselomata which have 3 embryonic layers consisting of ectoderm, mesoderm and endoderm, and do not have a body cavity. ➤The digestive cavity does not have an anus ➤Has a bilateral symmetry body ➤Soft body and the presence of cilia in the body's epidermis ➤Generally life as a parasite except Planaria ➤Don't have a cir